Senin, 24 Juni 2013

Senyum Rena

Hari Ini

Rena menyeruput kopi sambil menghirup dalam-dalam uap yang wanginya memabukkan. Ah, apalah jadinya dia tanpa cangkir-cangkir kafein yang terus membuat terjaga. Sambil membalas beberapa email dari penerbit tempatnya bekerja sama Rena tersenyum. Kedai kopi yang sama. Lima tahun lalu.

...

Februari, 2008

"Den, kita bisa bertahan lebih lama dari ini, aku yakin." seorang gadis dengan rambut hitam panjang sepunggung, mimiknya cemas.

Dennis yang kala itu mengenakan plaid shirt bernada cokelat menggeleng yakin, "Udah cukup Ren, aku nggak bisa ngertiin kamu. Aku terlalu sibuk, kamu butuh cowok lain yang bisa nemenin kamu."

Dahi si gadis mengernyit, "Aku nggak pernah protes soal kesibukan kamu Den. Aku nggak butuh orang lain, cuma kamu."

"Ren," kali ini Dennis menggenggam tangan gadis yang airmatanya sudah nyaris tumpah dari kelopak. "Kalo emang kita jodoh, kita pasti ketemu lagi di masa depan."

Si gadis tau, sudah tak bisa lagi mengubah keputusan Dennis. Tiba-tiba saja ia merasa dipermainkan. Dengan amarah yang ditahan mati-matian si gadis berkata dengan senyum yang dikulum, "Sesalmu adalah satu-satunya yang tak akan kupertanggungjawabkan kalau kamu meninggalkanku, Den."

Dennis mengangkat bahu, "Aku rasa ini yang terbaik untuk kita, Ren."

...

September, 2010

Kabar buruk. Dennis kecelakaan, mobilnya menabrak batas jalan saat hujan deras. Orang pertama yang datang adalah Rena, seorang temannya yang bekerja di rumah sakit mengenali Dennis. Rena datang setiap hari, membawakan buah-buahan yang sudah terkupas siap makan bahkan sebelum Dennis bangun tiap pagi.

Seorang teman berkata gusar, "Ren, lo bisa nggak sih peduliin diri sendiri dulu! Lo nggak lupa kan gimana cara dia ninggalin lo? Trus sekarang lo bahkan masih peduli dia hidup atau enggak?"

Rena tersenyum saja, tidak menanggapi dengan suara yang terdengar. Namun jauh dalam hatinya berteriak lantang, 'Aku harus menjaganya tetap hidup sampai dia merasakan sakit yang sama denganku dua tahun lalu.'

...

Kemarin

Kemarin Dennis datang, membawa kotak kecil beludru warna biru. Rena tersenyum saja. Genap setahun umur hubungannya dengan Dennis yang 'dimulai lagi'. Musik mengalun perlahan, hati Rena melonjak tak sabar. Hal ini yang ditunggunya dari lima tahun yang lalu. Saat-saat dimana impiannya jadi nyata.

"Aku mau kamu, Ren." Dennis membuka kotak kecil yang langsung berkerlip centil.
Pasti berlian, tak mungkin Dennis mau memberinya swarovski kan?

Rena tersenyum, senyum yang sama seperti saat Dennis mencampakkannya lima tahun lalu, senyum yang sama seperti temannya gusar. "Janji nggak akan meninggalkanku?" Rena bertanya dengan wajah semanis mungkin.

Senyum Dennis terulas sempurna, "Selamanya Ren," kini tangannya memasangkan cincin ke jari manis Rena.

Rena tersenyum, masih senyum yang sama seperti saat Dennis mencampakkannya lima tahun lalu, senyum yang sama seperti temannya gusar. "Tapi aku mau pergi." dilepaskannya cincin pemberian Dennis.

Tidak, Rena tidak semanis itu untuk memasukkan si benda kecil kembali ke kotaknya. Cincin pemberian Dennis dibiarkan Rena menjadi satu dengan kopi panas yang ada di atas meja. "Kamu tau Den, aku tidak pernah sebahagia ini saat bersamamu."

Dennis diam, membiasakan diri dengan disonansi kognitif yang membuatnya pening sesaat. Rena, gadisnya. Gadis yang dikenalnya tujuh tahun lalu tiba-tiba berubah bentuk jadi sosok yang tak dikenalinya lagi.

:(

Something wrong, I can't upload any pictures to my blog.
Anyone, heeeeelllppp!!!
:((((((((((( 

Sabtu, 22 Juni 2013

(bukan) cuma cewek yang drama

"Kalian para cewek suka lebay, artis gonta ganti pasangan aja dicap playboy lah, playgirl lah.. Padahal siapa yang tau kalo itu cuma pura-pura aja? Biar naikin popularitas mereka?"

"Kalian para cewek sering drama. Kalo temen diselingkuhin, ikut-ikutan musuhin cowoknya. Kalo ada junior yang nge-gebet gebetan temen kalian, juniornya dijutekin juga.."

Gue sering hanya menanggapi kalimat yang dilontarkan pria-pria di sekitar saya dengan senyum saja. Mereka nggak pernah tau gue ketawa sampe sakit perut ngeliat twit-twit yang jumlahnya (sangat) banyak membanjiri linimasa twitter tiap kali selesai pertandingan sepak bola.

Pendukung tim yang kalah:
"Cuma fans palsu yang nggak mendukung timnya ketika kalah!"
"Menang kalah, aku tetap padamu ( tim kesayangan)."
"Meskipun kalah, yang penting jujur! (tim kesayangan) tetap di hati!"

Pendukung tim yang menang:
"(tim kesayangan) memang juara sejati!"
"Kalo kalah jangan sirik! (tim kesayangan) Terima aja keputusan wasit!"
"Maju majulah terus (tim kesayangan)."

Admit it guys!
You love drama too, don't you?
Oh sorry, you are part of it actually..
:))

Creamy Fettucini Recipe

Inget kan waktu liburan di rumah Siddhi gue masak pasta untuk makan siang. Kalau belum baca post-nya bisa cek di Hore-day! #part2
Berhubung hasilnya tidak beracun dan rasanya enak (serius, ini bukan kata gue kok!) gue mau share resepnya di post kali ini.
Gambarnya dari google tapi ya mirip mirip lah~
ps:sebenernya gue masak buat 6 orang tapi resep ini untuk 2 orang. 

Bahan-bahan:
250 gr fettucini
1 ltr air

2 sdm minyak goreng

Bahan saus:
1 sdm mentega
100 gr jamur kancing, iris tipis
200 gr fillet dada ayam dipotong dadu (untuk yang vegetarian bisa hanya menggunakan jamur)
300 ml susu cair
1 sdm mentega, untuk menumis
½ bh bawang bombai, cincang halus (bisa lebih kalau emang suka)

2 sdm tepung terigu
½ sdt garam (secukupnya)
30 gr keju cheddar parut (bisa lebih kalau emang suka)

½ sdt lada bubuk (secukupnya)

Cara membuat:
1. Tumis mentega bersama dengan bawang bombai, tambahkan tepung terigu lalu aduk hingga mengental. Tuangkan susu perlahan sambil terus diaduk.
2. Masukkan fillet dada ayam, jamur yang telah dicincang, bumbui garam dan lada bubuk. Masak hingga dada ayam matang. Tambahkan keju parut, tunggu hingga saus meletup-letup. Sisihkan saus.
3. Didihkan air bersama dengan 2sdm minyak goreng, rebus fettucini hingga matang.

Saat fettuchini matang, sausnya bisa dipanaskan sebentar supaya kembali hangat.

Selasa, 18 Juni 2013

Inferiority Syndrome

Diputusin sebelah pihak emang nggak enak!
Pas kamu lagi sayang-sayang dan cinta-cintanya dia ilang nggak ada kabar.
Pas kamu mengendalikan diri dengan nggak melakukan aksi protes dan berusaha pasang senyum 'aku nggak apa apa kok' meskipun palsu, eh dianya makin jauh.
Gatau juga kenapa gambarnya ini, biar ada gambarnya aja -_-"
Dalam sebuah hubungan yang bisa dibilang singkat, gue pernah diputusin sebelah pihak karena inferiority syndrome.

Inferiority syndrome itu terminologi yang gue ciptakan sendiri karena memang alasannya lelaki yang bersangkutan merasa inferior alias nggak bisa mengimbangi pasangannya (yang pada saat itu gue).

Inferiority syndrome ini biasanya mengakar dan nggak bisa disembuhkan sih. Kita sebagai partner nggak bisa semudah itu meyakinkan mereka kalau kita nggak bermasalah sama hal-hal yang dikhawatirkan oleh pasangan kita (misalnya: kemampuan menafkahi secara finansial, strata sosial, atau malah penampilan).

Tenang, sudah sembuh (dari patah hati) kok gue!
Cuma akhir-akhir ini mendengar beberapa perempuan yang ada di lingkaran pergaulan gue bernasib sama, diputusin karena inferiority syndrome.

Sekedar tips,
Biasanya di akhir momen diputusin bakal ada dialog: "Aku nggak pantes buat kamu, mending kamu cari yang lebih baik.."

Jawab aja, "Ya emang itu tujuannya! Bego banget dong aku kalo dapetnya yang kayak kamu lagi! Hih!"

I sent my best prayer for you peeps!

Senin, 17 Juni 2013

Eat it!!

Sekian persen high-achiever yang diciptakan oleh Tuhan di dunia ini biasanya paket kombo sama ambisius, kalau kurang beruntung juga bisa jadi manusia dengan lack of empathy dan menghalalkan segala cara demi mencapai tujuan yang sudah dia tetapkan.

Gue bukan tipe orang yang seperti itu.
Bukan high achiever, and I prefer doing something I want than I need (ini nggak begitu bagus buat ditiru sih :p).

Sore ini gue sangat rindu soto betawi, sedangkan Uti pingin makan sate. Jadilah gue, Uti, dan Lidya makan di tempat yang tenda soto betawi sama sate ayamnya sebelahan. Pas liat abang-abang bakar sate, gue jadi pingin makan sate juga. Baiklah, lima tusuk tanpa bumbu kacang nggak akan menambah berat gue terlalu banyak.

Gue, duduk di depan seporsi nasi, soto betawi, dan lima tusuk sate tanpa bumbu kacang.

Sepuluh menit kemudian, nasi gue udah abis sedang soto betawi masih bersisa setengah, sate ayamnya pun masih ada tiga tusuk. Berbekal keberanian dan muka tembok, gue panggil abangnya.

"Bang, mau nasi putih setengah porsi ya."

Sampai di bagian ini, Uti nahan ketawa. Lidya speechless. Mungkin mereka takut gue sebenarnya hanya imposter atau mereka khawatir punggung gue sebenernya bolong jadi makanan tadi nggak nyampe ke perut gue. HAHA

Pas liat nasi yang dikasi abangnya, gue sempet heran. Trus Uti nyeletuk, "Itu seporsi Ul, bukan setengah porsi."

*DEG*

Perut udah hampir penuh dan gue benci buang buang makanan. Sendok demi sendok gue lalui meskipun awalnya ragu, 'Bakal abis ngga ya?'

TERNYATA HABIS SODARAH SODARAAAAH..

Mungkin seperti itu juga gue harus menjawab tantangan tantangan yang diberikan semesta ke diri gue. Instead of thinking over and over again, I'd better eat do it!!

Sabtu, 15 Juni 2013

Berhenti Berlari

Setelah lelah berlari dan berpura-pura tentang keindahan negeri dongeng yang ada dalam kepalanya, sang gadis berhenti. Dadanya sakit, berdarah-darah. Entah hukum alam sebelah mana yang membuat dia bisa tetap hidup dan bernafas walau tiap menghela udara rasa ada duri dalam tenggorokan yang menyayat daging daging dalam lehernya. Sudah habis dayanya untuk menggerakkan kaki. Kini sang gadis menyerap semua sakit yang bisa dirasakannya. Melalu saraf-saraf sensori yang mengantar sensasi pedih pun panas membakar yang ada, diterimanya semua sakit tanpa bertanya-tanya lagi.

Aku sudah disini, berhenti berlari.
Lantas apa?

"Udah gue transfer."

Ini dua adek gue dengan pose yang nggak 'biasa'
Minggu tenang, tujuh hari yang harusnya dihabiskan dengan buku-buku dan slide powerpoint bahan UAS (Ujian Akhir Semester) lagi-lagi gue habiskan dengan jalan-makan-jajan sana-sini. Sebenarnya semacam balas dendam atas weekend weekend yang tercuri oleh tugas akademik dan non akademik sih selama perkuliahan satu semester sih.

Hell No! Gue nggak menyesal. Terlalu banyak hal baik dan menyenangkan yang gue alami kalau mau disesali.

Tapi penghabisan waktu untuk jalan-makan-jajan mau tidak mau berdampak pada mengempisnya dompet dan nominal rupiah di rekening yang tiba-tiba jadi kurang gizi.

Sampai beberapa hari lalu, saat baru bangun tidur tiba-tiba gue menerima sebuah pesan dari adek besar: "Udah gue transfer."

Adek besar emang sering dapet mandat untuk transfer uang jajan gue tiap bulan. Karena ini masih pertengahan bulan, otomatis gue mempertanyakan kenapa uang jajan bulan depan dikirim sekarang mengingat bahwa Mam tipe orangtua yang disiplin masalah regulasi uang jajan.

Yasudah, ternyata itu semacam angpao yang diberikannya buat gue.
Melihat jumlah selisih nominal yang lumayan, gue jadi tersenyum sendiri.
Gue dan adek besar memang berbeda.

Sejak TK udah banyak piala ini itu yang jadi bukti kemenangan gue akan lomba yang sekarang gue nggak inget apa aja lombanya, sedang adek besar pas TK jarang dapet piala.

Pas SD gue selalu masuk tiga besar rangking kelas, sedangkan untuk ikut UAS aja Mam pasti daftarin adek besar ke les tambahan karena memang dia bukan tipe siswa yang betah menatap buku lama-lama.

Perbandingan prestasi akademik ini tetap sama sampai SMA.

Tapi masalah mengumpulkan pundi-pundi uang sendiri, jangan ditanya.
Gue selalu jadi pecundang. Gue tipe cewek spender yang sampai SMA nggak kepikiran kalau uang sebenarnya bisa didapat selain dari nunggu Mam bagi-bagi jatah tiap bulan.

Adek besar beda, dicobanya semua usaha.
Mulai dari distributor keripik pedas, tiket konser band luar negeri yang harganya jutaan, barang elektronik, ponsel bekas, pembuatan jaket, atau berjualan kaos polos yang sempat jadi trend.

Bisa ditebak, saat gue masih bergantung sama uang pemberian Mam, adek besar udah bisa pergi sana sini, belanja dengan jumlah yang bikin gue geleng-geleng kepala, beli gadget sendiri, pun kencan di tempat yang nggak pernah gue datengin tanpa gandeng Mam sebagai 'penyandang dana'.

Di atas semua perbedaan, adu argumen, sampai pertengkaran yang berujung pada keadaan normal meskipun tanpa pernyataan maaf dalam bentuk verbal.
I'm proud of you, dek.

Whole Package

I may not be calm or pretty or steady every day, but here I am.
I love you with whole package of me.

And whole means including silly, stoopid, whining, crazy, and every single thing people may not know about me.

:)

Psikolog Harus Kepo

"Kepo itu penting untuk calon psikolog,in a positive way of course!". Salah seorang dosen yang sangat gue kagumi pernah menuliskan kalimat tersebut di akun twitternya. Gue mengakui bahwa sebagai calon helper sekaligus listener bagi klien, intensi untuk kepo memang perlu. Tapi kalau salah penempatan bisa-bisa malah jadi annoying.

Sebelumnya dijelaskan dulu kenapa kepo dianggap penting. Dalam membantu seorang klien yang memiliki problem tertentu, seorang psikolog dituntut untuk memberikan pandangan sebagai pakar sekaligus menghayati perasaan si klien.

Seorang klien yang tidak dapat mengontrol amarah, misalnya. Psikolog harus mampu mengayati perasaan klien, mulai darimana kecenderungan untuk marah ini muncul, sebesar apa, apakah sudah ada kemampuan meregulasi emosi pada klien, dsb.

Sedangkan memberikan pandangan sebagai seorang psikolog berarti psikolog tersebut tidak bisa serta merta memberikan penilaian bahwa klien adalah seorang pemarah/memiliki kecenderungan agresi yang tinggi. Pada langkah ini kepo dibutuhkan. Mulai ditanya bagaimana masa lalu klien, bagaimana pola pengasuhan orangtua, urutan kelahiran, lingkungan sekitar, dsb.

Kembali ke soal 'kepo' ini. Gue rasa banyak teman yang mempelajari satu disiplin ilmu salah mengartikan frase 'psikolog harus kepo'. Karenanya mereka jadi cuap sana sini soal rahasia orang atau (parahnya) hal-hal yang nggak beneran terjadi ke orang itu (gosip .red).

Ah dear you, please put yourself in someone's shoes before you judge them..

Jumat, 14 Juni 2013

Steak Ranjang & Orchestre des Champs-Élysées

Masi inget kan pas Hore-Day! Hari ketiga kita nggak bisa makan Steak Ranjang gara-gara keabisan? Yang belum baca bisa klik disini
Kemarin gue, Tata, dan Siddhi sempetin mampir ke Steak Ranjang karena kepo abis-abisan sama rasanya!! -..-


Syukurlah nggak musti patah hati tiga kali..
:'D


Gue emang udah tau kalo nama menu nya nyentrik-nyentrik sih jadi ya cengengesan aja pas baca. Tata ketawa mulu sambil nyebutin menu-menu unik yang emang jadi ciri khasnya tempat ini.


Nungguin makanannya dateng nggak lama!
Sumpah nggak lama! Selain suasanya tempatnya yang bikin betah, penyajiannya yang cepet menurut gue jadi kelebihan tempat ini juga.
:)


Harganya murah! Nggak heran yang dateng kesini kebanyakan mahasiswa dan anak SMA. Buat yang mau ngeceng ciwi-ciwi rok abu-abu atau yang mau mampir buat makan enak-kenyang-hemat juga disarankan buat kesini.


I'm crazy about cheese!
Makanya pesen menu spaghetti yang ada kejunya.
Jujur awalnya sempet pasan ekspektasi rendah sama jumlah keju yang bakal dikasi, soalnya kebanyakan tempat makan mahasiswa yang gue datengin sangat 'perhitungan' sama kuantitas keju. Tapi Steak Ranjang enggak!! Praise the universeeeeeee~


Setelah makan, kita bertiga ke rumah Siddhi dulu. Orkestra yang emang mau kita datengin masih jam 19.30 mulainya jadilah kita menimbun lemak dengan tiduran-leyeh-leyeh abis makan kenyang.

Malamnya kita berempat (gue, Tata, Siddhi, ditambah Yasa adiknya Siddhi) berangkat ke ruang auditorium RRI demi menyaksikan pertunjukan Orchestre des Champs-Élysées yang berasal dari Prancis. Fyi mereka lagi tour gitu dan minggu depan giliran main di Vietnam.

Yang lagi bungkuk itu main clarinet kayu yang merupakan kopian dari jaman Mozart 
Di akhir pertunjukan, karena tepuk tangan penonton nggak berhenti-berhenti akhirnya mereka main satu lagu tambahan. Unyu banget ya?
:)

Foto-foto ini diambil sebelum pertunjukannya mulai, Lidya yang berangkat dari Tangerang langsung nyusul ke tempat pertunjukannya.
Wiiiiiiiii~ 
Ini Lidya yang baru dateeeeeng
Fix ngga ada muka yang bener
Mayan daripada manyun

Siddhi nggak ada di foto soalnya cuma foto yang diambil Siddhi yang nggak kacau bentuknya, jadi ya sebagai bapak fotografer dan penyuka musik instrumental yang baik hati wajah Siddhi ngga terpampang disini.
:')

(not) Behave

Anak SD pacaran

O: "Pasti dulu kamu ngga nonton film 'HEART' di bioskop ya?"
Y: "Nonton kok."
O: "Suka film kayak gitu juga?"
Y: "Kepaksa sih."

Sampai di bagian ini, kita yang para perempuan musti sadar kalo cowok bilang 'kepaksa nonton' terutama film-film ber-genre drama itu artinya karena mereka nemenin pacarnya.

O: "Hah? Film itu kan ada pas aku SMP berarti kamu masih..."
Y: "Emangnya anak SD ngga boleh pacaran gitu?"
O: "..."

Ini suspect-nya

Senin, 10 Juni 2013

Poetry

"Poetry can be dangerous, especially beautiful poetry. Because it gives the iluusion of having had the experience without actually going through it," ―Rumi

...

"Am I look fat?" | "I never really care if you're fat or thin. What matter is you're happy and healthy."

Sabtu, 08 Juni 2013

Hore-day! #part3

Seharian hujan, hari Sabtu dihabiskan dengan nonton tivi bareng dan makan ayam goreng buatan Mama-nya Siddhi. Pas hujan udah agak reda malam harinya, kita berniat malam mingguan bareng. Lidya pulang ke Tangerang pagi ini, jadi sisanya tinggal gue, Uti, Tata, dan Siddhi.

Awalnya memantapkan hati ke Steak Ranjang yang di jalan Dipati Ukur, apa daya jam 8 malem steaknya udah ludes semua. Akhirnya mampir ke LeLa, tempat makan dengan menu khas ikan lele yang dibumbuin macem-macem.
Abis makan di LeLa, kita memutuskan untuk icip-icip di kafe yang kebetulan ada di deket LeLa juga. Nama kafe-nya "Me and U" tempatnya cozy buat nongkrong, ngobrol, dan foto-foto. Yang bikin nyesek cuma dekornya, couple abisssh!!
:'D
Biarlah ini malam minggu, biarlah dekorasi kafenya couple, kita tetep bahagia kok..
#SingleTeguh
Tulisan di baju gue: I'm Stitch Addict gatau kenapa Tata ngira tulisannya: I'm Bitch -..-

Look!! Tetep fabulous meskipun jomblo! #dilemparsendal

Kejunya banyaaaaaak~

Soda, Lime, Menthol, and Strawberries!! 

Smooch the strawberry


Dengan ini, resmi berakhirlah liburan bersama dengan Tata, Uti, Siddhi, dan Lidya..
Sampai jumpa di liburan selanjutnya, keep young and sparkling!! (?)
:))

the previous parts:

Jumat, 07 Juni 2013

Hore-day! #part2

Sesuai dengan timeline liburan, seharusnya hari ini kita ke Tangkuban Perahu. Tapi karena bangun kesiangan gue dan Tata yang bangun lebih dulu langsung asik di dapur bikin jelly coklat buat ngemil.

Setelah jelly nya selesai, Uti dan Lidya baru bangun. Lalu entah kenapa agenda berganti menjadi mandiin anjing-anjingnya Siddhi. Berhubung gue ngga terlalu suka aktifitas berbasah-basahan, asiklah gue di dapur bikin pasta untuk makan siang. Resepnya gampang dan enak kok! Nanti bakalan gue share deh ya..
:)
Setelah kenyang, kita (gue, Tata, Uti, Siddhi, Lidya) memutuskan untuk ke Lembang karena emang ada angkutan umum yang langsung ke Lembang dari depan rumah Siddhi. Mau ngapain ke Lembang? Belum tau.
Yang kiri itu Yasa, adiknya Siddhi. Yang kanan atas Toby, kanan bawah Barkyyy
Di atas angkot baru kepikiran untuk ke Bosscha, tempat teropong bintang yang jadi tempat syutingnya Petualangan Sherina. Kenapa bukan malem-malem kesana? Soalnya emang nggak niat mau neropong bintang, cuma mau memuaskan rasa ingin tau dan foto foto aja sih sebenernya. LOL!
Ini jalan mau ke Bosscha, mayan pegel

Untung jalanannya sepi :'D

Trus ternyata Bosscha-nya udah tutup.. 

Berhubung lagi hujan, kita foto-foto di pos satpam
 Setelah hujan agak reda, kita baru keliling-keliling untuk berfotoooo..


Ini murni berteduh, bukan berpose

Ini murni berpose -..-

Karena hujan semakin deras dan kita takut pulang kemaleman, maka pulanglah kita setelah menginjakkan kaki di Bosscha.
taken by Lidya, such a sweet moment isn't it? :)
Malamnya kita barbekyuuuuu..
Nomnomnomnom..
Maaf foto barbekyu moment nya dikit karena semua pada sibuk dengan jobdesc masing-masing. Ditambah dengan kenyataan bahwa nyalain arang itu susah sekaliiih!
*sungkem sama abang sate*

Kembali tidur cantiiiiik...
:))

next part:

previous part:

Kamis, 06 Juni 2013

Hore-day! #part1

Kalau orang biasa nyebutnya holiday, gue lebih suka HORE-DAY!!
Karena sepanjang hari lo bisa tidur-makan-main-jalan-jajan, hore banget kan?
#krik

Hore-day kali ini merupakan hore-day pertama yang dihabiskan bersama dengan Tata, Uti, Lidya, dan Siddhi. Berbekal timeline liburan yang sudah disusun, kita berlima berangkat ke rumah Siddhi dari Jatinangor ke Bandung diantar oleh Mang Engkos (pilot mobilnya Siddhi).

Setelah sampai di Bandung kita mampir dulu di Toko Setiabudhi yang (kata Siddhi) merupakan toko terlengkap di Setiabudhi. Karena mobil mau dipake sama mamanya Siddhi maka kita ngga jadi makan di Heidami Ramen, akhirnya kita makan Japanese Curry buatan Siddhi.
Jangan ada yang berani-berani nanya kenapa karbo gue dobel! Jangan!
Setelah makan siang, kita keasikan main sama anjing-anjingnya Siddhi.
Oiya, di rumah Siddhi ada 4 anjing; Barky, Nemo, Toby, dan Coco. Jenisnya gue ngga begitu paham, tapi yang jelas Coco itu Golden Retriever dan Toby adalah anjing yang jenisnya sama dengan anjing Hush Puppies.

Sorenya kita pergi ke pertunjukan sirkus yang diadakan oleh IFI (Institut Francais Indonesia) di Sabuga (Sasana Budaya Ganesha). Pas udah nyampe sana kita baru tau kalo tiket on the spotnya udah unavailable dan yang dateng semuanya adalah orang yang emang bawa undangan.

Dengan modal nekat kita masih nunggu di depan pintu, dengan harapan ada undangan yang ngga hadir dan kita diperbolehkan masuk. Sembari menunggu, foto-foto duluuu..
Itu dibacanya Prang-Tams (sama gue juga baru tau kemaren, LOL)

Lidya menjawab pertanyaan gue: "Bisa ngga kibasan rambut difoto?"


Kalau kalian menyimpulkan kepribadian gue dari gambar-gambar gif di atas, kalian akan salah. Gue orangnya kalem kok, kalem banget malah. #pret #kalemdarihongkong

Setelah kira kira sejam berdiri dan foto-foto sampe memori kamera tinggal dikit, akhirnya ada pencerahan. Dapet satu tiket dari tetangga kamar kosan yang ketemu disana dan emang jurusan sastra Prancis, kita juga dapet info kalau nanti akan dibuka pembelian kursi sisa dari undangan yang nggak dateng. Alhamdulillah.

Setelah dua jam menonton sirkus yang ternyata nggak ada gajah atau singa, meskipun agak berbeda dari ekspektasi tentang sirkus kita jadi dapet pengalaman baru nonton sirkus yang 'lain' dari biasanya.
Pulangnya gue langsung tidur cantik karena kelelahan (?)
-..-

next parts:

Selasa, 04 Juni 2013

Girl's sisterhood

Sering denger pendapat klise yang bilang: "When girls being best friends, they share every single thing." Pendapat tersebut mungkin memang benar adanya. Juga ditambah dengan: "When you bother a girl, you will face her best friends's anger."
Sebagai sub-spesies dari Homo Sapiens atau yang lebih dikenal sebagai manusia, cewek memang umumnya relatif lebih mudah berkoloni dibandingkan dengan cowok.

Mau bukti? Cek hebohnya suasana ibu-ibu yang lagi arisan, sebagai pembandingnya cek suasana bapak-bapak yang lagi arisan (kalo ada). Baiklah, sudah punya gambaran sekarang?

Saking gampangnya berkoloni, cewek nggak butuh alasan buat mereka manggabungkan diri dalam sebuah kelompok. Buat bikin kelompok, cewek nggak perlu alasan sama-sama fans MU, sama-sama fans Chelsea, sama-sama punya moge (motor gede), atau sama sama doyan main game. Cewek bisa bikin kelompok just simply because they're girls! 
:))
Namanya cewek, kalo udah punya temen yang dirasa pas dan nyaman pasti bakal cerita apa aja. Jadi buat lo para cowok yang pernah mengalami momen 'dikenalin' ke temen-temen ceweknya pacar lo, trust me they already knew a lot about you.. *evil smirk*

Selain cerita, cewek juga saling sharing emosi dan masalah. Makanya kalo lo cari gara-gara sama satu cewek di sebuah clique (kelompok pertemanan yang terdiri dari 2 sampai 5 orang) atau peer group (terdiri dari lebih dari 5 orang) lo akan diserang oleh semua anggota disitu.

Kalau menurut pengalaman gue pribadi sih, temen malah biasanya lebih parah ngamuknya daripada si korban itu sendiri (serem ye).
Jadi ya jangan kaget kalau lo ngerasa 'nggak punya masalah' sama seorang cewek tapi dia bersikap seperti 'pernah terjadi apa-apa' antara lo dan dia. Mungkin emang lo pernah nyakitin sahabat/temennya.

Jangan lupa juga buat mikir-mikir dulu kalau mau jadi 'jerk' atau 'playing around' sama seorang cewek. Makin banyak temennya, makin suram lah masa depan lo.
:))

Senin, 03 Juni 2013

Destiny

Waktu mata kuliah Psikodiagnostik iseng buka tab-nya Siddhi, trus liat gambar ini..
:')

 

Template by Best Web Hosting