Rabu, 24 Juli 2013

I just can't

Because you're the corn in my veg setup, without you everything just feel unsweetened.

You're my good morning and good night, I can't end or even start a day without your presence.

And dear, your name fill every single space between my beats. I can't live without you.

I just can't.

Merindu

Merindu hanya dilakukan oleh yang berani.
Berani menghadapi kenyataan bahwa yang dirindukan sudah tak ada lagi di sisi.
Berani menghadapi kenyataan bahwa yang dirindukan sudah tak lagi dimiliki.

Berani sakit hati.
Dan menyadari bahwa semuanya tak akan pernah sama lagi.

Fool in front of the lens



Somewhere between

Senin, 22 Juli 2013

Bukan cuma cewek!

Tiba-tiba keinget beberapa dialog di film Radio Galau FM yang intinya adalah:
"Udah deh ribet ngomong sama cewek, pasti salah mulu.."

Kenapa cewek? Entahlah.
Tapi yang jelas, cowok juga punya potensi yang sama buat bikin kita (dalam konteks ini, cewek) ngerasa bingung musti gimana nanggepin pernyataannya.

**Settingnya si cowok minta putus tapi ceweknya masih sayang sama dia**

cowok >> "Orang pacaran buat apa?" | cewek >> "Ngg.. Nikah." | "Kita nggak bakal bisa nikah." | "Kenapa?" | "Aku beda sama kamu. Aku ngga bisa kasi semua yang kamu mau." | "Aku nggak pernah minta apa apa kok." | "Iya, pokoknya aku nggak bakal bisa kasi." | "Hah? Apaan sih kamu?" | "Kamu nyadar kan kita beda?" | "Iya, tapi status sosial itu bisa berubah. Almamater kamu bagus, jurusan kamu oke. Ya apa yang musti dipusingin?" | "Oh jadi kamu pikir aku kuliah biar kaya? Iya? Kok kamu egois banget sih?" | "Eh? Kan tadi kamu yang bilang takut ngga bisa upgrade status sosial.." | "Iya, tapi kuliah tuh tujuannya bukan biar kaya!" | "Yaudah. Aku ngga keberatan kok sama status sosial kita yang menurut kamu ngga setara. It doesn't matter." | "Nggak mungkin, cewek kan mikirin kemapanan pasangannya." | "..."

Ribet ye? Pusing kan?
Iya, apalagi jadi cewek yang ada di dialog itu.

Ngg.. Buat ending ceritanya..
Tenang aja, akhirnya mereka putus kok.

Ketika senja...


Sent by a friend of mine..
:)

Sabtu, 20 Juli 2013

Siraman FPI

Beberapa hari ini linimasa twitter gue penuh dengan tweet yang bertemakan FPI (Front Pembela Islam). Tentang apa itu FPI dan ormas tersebut sudah berbuat apa saja monggo di-googling.
:)

Pada salah satu tayangan televisi, juru bicara FPI ini berulah dengan menyiram lawan bicaranya (yang merupakan seorang sosiolog, dosen, dan akademisi) menggunakan air teh yang disediakan (bukan untuk saling siram tentunya).
Waktu itu gue lagi nonton sama Mam.
Komentar yang pertama gue denger dari Mam adalah, "Duh, kok nggak ada adat timurnya sama sekali ya? Bapak itu (Thamrin Amagola) lebih tua kan?"

Iya, menyedihkan.
Di tayangan televisi nasional, seorang juru bicara sebuah ormas bisa 'lupa' caranya merepresentasikan ormas yang diwakilinya.

Lucunya, esok hari ada wawancara yang narasumbernya 'membela' jubir ormas tersebut dengan kalimat, "Kita jangan menilai sebuah ormas dari perilaku salah satu anggotanya."
Blah! Itu jubir ormas loh pak! Representasi ormas loh pak!

Kita memang nggak boleh menilai sekolah dari kelakuan salah satu siswanya.
Pun nggak boleh menilai sebuah negara dari kelakuan salah satu warga negaranya.
Tapi sebagai juru bicara/wakil/humas bukannya memang peran mereka adalah representasi dari apa yang mereka wakilkan?

Gue jadi inget tweet yang pernah gue baca di linimasa gue.
"Saat orang merasa terpojok dan kehabisan argumen untuk membenarkan diri, mereka biasanya akan menyerang tidak dengan pemikiran lagi."

Mungkin menyiram jadi salah satunya.

Klakson dan Lelaki Hidung Belang

Di post sebelumnya disini, gue udah cerita kalo sahur hari ini adalah pertama kalinya gue sahur diluar. Berhubung letak rumah kos gue, Tata, dan Uti ke pusat makanan di Jatinangor sekitar satu kilometer plus jam 3 dini hari nggak ada angkot jadilah kami bertiga berjalan kaki.

Kami bertiga menelusuri trotoar sambil ngobrol-ngobrol nggak penting.
Oiya, dini hari di Jatinangor banyak truk yang lewat jadi nggak bisa jalan sembarangan.
Sebenernya kalo nggak ada truk juga jalan nggak boleh sembarangan ya adek-adek! #Lah

Sepanjang jalan menuju ke lokasi sahur, kita sering banget (sering banget berarti lebih dari 5 kali!) di klakson sama truk-truk yang lewat. Tiap di klakson sebenernya gue melihat posisi gue dan temen-temen gue berjalan (siapa tau kami menggunakan hak jalan kendaraan), tapi ternyata kita masih berdiri di atas trotoar yang notabene masih menjadi hak pejalan kaki.

Suara klakson truk kan kenceng, jelas gue terganggu. Makanya gue nanya ke Tata sambil sebel, "Itu kenapa sih kita di-klakson melulu? Emangnya kita ambil jalan mereka?"

Trus Tata jawab, "Dia ngegodain (bukan flirting, tapi semacam insulting) kita itu Ul,"

Gue setuju sih sama jawaban Tata, secara abis itu ada satu pick up yang lagi jalan trus orang yang duduk sebelah supir kepalanya keluar jendela sambil teriak, "Sahur neng.."
Menurut ngana?

Tata juga cerita, pas kemarin dia sahur bareng temennya yang lain ada Om-om pake mobil plat merah yang berhenti di sebelah dia trus buka jendela dan ngeliatin pake pandangan mesum (trust me guys, kita para cewek tau mana pandangan mesum!). Cerita Tata diakhiri dengan kalimat, "Rasanya pingin gue lud*hin deh itu om-om!"

Gue sampe sekarang nggak ngerti sih kenapa kita bertiga digodain, secara Jatinangor dinginnya amit-amit jadi kalo keluar malem kita hampir selalu pake jaket dan celana panjang. Jadi harusnya, tampilan gue nggak memancing atau mengundang.

Dengan berbekal fakta di atas, gue mengajukan beberapa asumsi:
Mungkin memang perilaku 'kemesuman' tidak melulu disebabkan oleh stimulus.
Mungkin memang ada jenis-jenis lelaki sakit jiwa yang nggak bisa menahan diri tiap kali liat betina (maksudnya disini kambing betina yang jalan juga bakal digodain).

Asumsi terakhir,
Mungkin emang gue tetap terlihat menarik meskipun pake baju serba tertutup.
#blah! #dilemparsandal

Berkah untuk Semua

Ramadhan Kareem..

Meskipun cuma beberapa hari sempet merasakan suasana berpuasa di rumah (sisanya di Nangor karena ada Semester Pendek yang harus dijalani), Alhamdulillah semuanya masih menyenangkan, dan Insya Allah tidak kehilangan esensi.
:)

Meskipun sudah menjalani 4 semester (2 tahun) kuliah di Nangor dan menjalani Ramadhan kedua di nangor, ada satu keinginan gue yang belum terpenuhi. Sahur di luar!
Norak ye? Emang!

Keliatannya hepi gitu keluar malem-malem, jalan ke tempat makan buat makan sahur daripada makan sahur sendirian di kamar. Blah!

Trus sahur hari ini Tata sama Uti mau nemenin gue sahur diluar. Perlu dicatat ya, Tata itu Hindu dan Uti agamanya Katolik tapi mereka ikut sahur dan puasa. #seriusan

Malah yang lucu tadi pas Sahur gue sempet mendengar kultum dari Tata:
"Puasa itu sebenernya soal menahan diri sih. Mau sahur sebanyak apa juga bakalan laper dan haus. Gimana lo kuat aja menahan godaan."

Oiya trus Uti juga kemarin malem bilang:
"Puasa kan harus diniatin, nggak bisa tiba-tiba. Jadi kalo besoknya lo mau puasa ya dari hari sebelumnya/sebelum tidur lo niat dulu lo mau puasa."

Ramadhan nampaknya memang berkah untuk semua ya?
:)

Jumat, 19 Juli 2013

Banana Language

Bello!
I know posting about minions is mainstream (and cheesy) but forgive me I can't stand it!
They're just too minionable!! Rrrrgh!
Can I just bring one to pet?

Unremarkably Average

Surprise banget, deh..

Dulu (beberapa tahun lalu) pas lagi ngomongin impian masing-masing soal 'pinginnya dilamar pake cara apa' sama Mam, gue inget banget jawaban Mam.
"Mama sih pernah punya mimpi dibawain bunga trus dibilang I Love You gitu kayak di film-film romantis"

Oiya tolong dicatat (atau dibocorin ke calon suami gue) kalau gue pinginnya dilamar di depan kastilnya Disneyland ya!
#notepenting
#pentingbanget

Kembali ke impiannya Mam...
Beliau dan Pap (dulunya) bukan tipe pasangan romantis yang pacarannya berlimpah bunga dan ngobrol di kafe-kafe tiap malem minggu. Lha wong uang jajan aja ngga ada. Baru bisa makan bakso sama es campur bareng pas udah punya penghasilan sendiri.

3 Juli kemarin ulang tahun Mam. Sedihnya pas Mam ulang tahun gue justru udah balik ke nangor, Pap lagi dinas di Kalimantan (apa Sumatera ya? lupa -..-), dan Mam lagi dinas di Bali.

Tapi Pap ngga kehilangan akal.

Berbekal kongkalikong (bekerja sama) dengan salah satu staff Mam,
beliau titipin kartu ucapan sama pesanan bunga untuk diberikan pas breakfast di hotel.


Kemarin pas kebetulan ada kesempatan buat pulang ke rumah, Mam curhat dengan senyum yang nggak habis-habis.

"Mbak, kamu tau nggak? Papa ngasi apa pas Mama ulang tahun?" | "Apa emangnya Ma?" | *sodorin foto di smartphone* "Surprise banget deh. Masa' pas Mama lagi sarapan trus ada waiter yang dateng ke meja mama trus bla bla bla.." | *senyum senyum*

Tentang bahagia selamanya,
mungkin buku-buku dongeng itu menceritakan hal yang benar nyata.
<3

Rabu, 17 Juli 2013

Independent

Pada sebuah pembicaraan dengan seorang cowok (yang tidak memiliki potensi sama sekali untuk menjalin intimate relationship sama gue) tercipta kalimat begini:

Him: "Even if it's possible, I won't date you."
Me: "Why so?"
Him: "For a lady, you're just.. Too independent."
Me: "..."

Sebagai anak perempuan sulung yang dari kecil dilatih buat serba mandiri, jelas gue heran.
Mandiri itu bukannya kelebihan, ya?
Memang sih, beberapa kali gue pernah mengalami percakapan dengan partner (waktu masih double, bukannya single kayak sekarang) yang isinya kira-kira:

Dia: "Udah gapapa, entar aku bawain/tolongin/anterin/(dan in in yang lain..)"
Gue: "Gapapa, aku bisa sendiri kok. Nggak usah ngerepotin kamu."
Dia: "Aku nggak ngerasa direpotin sama sekali kok."
Gue: "Aku bisa sendiri sayaaaang."
Dia: "..."

Pas kebetulan dapet kesempatan buat pulang ke rumah kemarin, di sela-sela nyiapin buka puasa dapet kesempatan buat ngobrol sama Pap. And he said a man's pride is being needed by his lady.

Maybe that's why.

But even an independent woman need a man, right?
There's a space that shopping or eating can't fill in.

"Dan tentang kemandirian,
meskipun aku membayar tagihanku sendiri, meskipun aku percaya diri pergi kemanapun tanpamu di sampingku.
Kamu tau tidurku tak nyenyak tanpa tanganmu melingkar di pinggangku.."

Kamis, 11 Juli 2013

Lelaki dan PMS

Nggak semua pria gentle enough buat menghadapi perempuannya yang lagi PMS.

Sama seperti nggak semua perempuan beruntung tetap kalem dan manis pas lagi PMS. Semuanya tentang kadar hormon dan cara tubuh menyikapi fluktuasi hormonal, berbeda-beda setiap orangnya.

Waktu semester awal, gue pernah kram perut parah sampe nggak kuat jalan dan akhirnya cuma bisa jongkok kesakitan di depan kelas (waktu itu lagi ngampus dan akhirnya gue pulang naik ojek sampe kosan). Gue bahkan sempet muntah di kamar mandi setelah pasang tampang orang mau muntah (jangan dibayangin) depan temen-temen gue. Ewwwh~

Trus yang sampe sekarang gue inget dan nggak bakal gue lupain adalah seorang temen cowok yang ngeliat gue trus ngomong ke cowok lain, "Itu si aul menyikapinya berlebihan aja ngga sih? Sebenernya sakit pas dapet (menstruasi) tuh biasa aja. Orang cewek-cewek lain juga pada dapet tapi nggak sampe begitu."

And I feel like killing him that moment.

Belum selesai, buat kamu para perempuan yang mengeluhkan pacar kamu sangat nggak peka, nyebelin, dan apapun itu pas kamu lagi PMS, bersyukurlah. Karena gue pernah pacaran sama yang lebih buruk.

*pembicaraan via telp malam-malam setelah seharian yang bersangkutan hilang entah kemana dan BBM cuma dibales secuil cuil padahal gue lagi menye-menye princess minta dimanjain*

"Kamu kemana aja seharian sih? Akunya lagi sakit kan minta ditemenin bla bla bla.." | "Aku sibuk." | "Ya kenapa BBM aku ngga dibales?" | "Udah aku bales kan tadi." | "Tapi cuma dikit dikit gitu doang. Cuma oke. Atau entar ya." | "Ya kan udah dibilangin aku sibuk." | "Aku pingin ditemenin. Susah banget emangnya sepuluh menit BBM-an sama aku?" | "Udah kamu ngomongnya? Udahan ngomelnya?" | "..." | *nada lebih tinggi tiga oktaf* "Aku capek tau ngga ngadepin kamu seharian, isinya ngomel-ngomel terus, marah-marah terus, berisik. Aku sibuk. Kerjaan aku bukan ngurusin kamu doang!" | *ciri khas cewek PMS, abis ngamuk trus nangis* "Perut aku sakit. Sakit banget. Pegel. Mau ditemenin kamu." | *nggak iba sama sekali, gue ulangin. SAMA SEKALI* "Nangis? Sekarang nangis? Kayak anak kecil tau ga kamu? Abis marah nangis sendiri. Udahlah aku capek." | *nangis sampe ketiduran*

"Dulu juga lu pacarin kaaan, sekarang aja dijelek-jelekin.."
LOL!

Bukaaan, bukan jelek-jelekin..
Semacam biar perempuan lain lebih menghargai dan bersyukur aja punya pacar yang pastinya lebih baik dari yang bersangkutan di atas.
I did love him, for some good reasons which were not strong enough to make us stay together. And 'did' means I used to.

How to keep your man/your girl

via @adorablewords

Rabu, 10 Juli 2013

Nuts and the Zoo

Maafkan untuk post yang terlambat,
gue dan @BagusRezandi minggu lalu pergi ke kebun binatang untuuuuk memberi makan binatangnya! LOL

"Aku mau ke kebun binatang deh. Kasi makan hewan-hewannya." | "Ngg, emangnya boleh sama petugasnya?" | "Nggak sih harusnya, tapi aku kasian. Jangan-jangan mereka kayak binatang yang di Kebun Binatang Surabaya yang kelaperan itu." | "Oke, aku temenin." | "Sekalian beliin kacang kulit yang bungkus gede itu ya?" | "Oke." #EdisiBagusBaikBanget

Dengan sebuah kamera, setengah kilo kacang, dan beberapa jam di kebun binatang.
Ini hasilnyaaaaaa...
Those pictures all taken candidly by @BagusRezandi


Hi! I'm the bear!

Lalala yeyeye lalalala yeyeyeye~


Owl


Idk why I looked like that

Bears's playground

Throwing the nuts!





"Kenapa sih di foto-foto yang kamu ambil aku keliatan kayak lagi ngomong sama binatang?" | "Loh, kenapa?" | "Ya kan gimana diliat orang masa ada cewek ngomong sama binatang gitu. I must be silly. I didn't talk to them." | "Actually, you did." | "..."


The bird said 'hello'

Foto-foto terakhir ini khusus bareng Suriliii..
Surili itu jenis monyet yang statusnya dilindungi jadi ngga bisa dipelihara :(
Lucuk!
Chillin'


 (di depan kandang Surili) "Aku kasi makan Surili ya.." | "Iya.." | (beberapa menit kemudian) "Udah, yuk keliling lagi.." | "Oke.." | (sekian menit kemudian) "Aku mau balik ke kandang Surili boleh nggak? Aku kangen Surili.." | (senyum) "Yuk aku anterin." *kejadian ini berlangsung selama empat kali* *senyumnya nggak berubah*





Lalu hari ditutup dengan makan di kedai ramen kecil. Gue menghabiskan satu porsi ramen dan dua porsi sushi. Padahal pas makan sendok sendok terakhir ramennya yang cuma semangkok, Bagus udah bilang: "Ini tuh ngenyangin banget ya?"
HAHA

And for you who wondering, "Why don't you guys date?"
Well, we used to be partner in intimate relationship. LOL! We broke up for a reason which is I-can't-tell-you-here.
Since he will be abroad for two years to get his master degree in Japan, we both choose to be just-like-now. 

ps: this post is a memento for you, buddy!
:)

Happy Fasting!

Happy Fasting peopleeeeeeeeeeeeee!!
Second day of Ramadhan Karem~

Untuk membayar nilai filsafat yang setengah lingkaran di semester pertama gue masih setia menangorrrita (artinya masih di nangor bukannya pulang ke rumah). Dan karena kegiatan gue cuma mempelajari dua sks mata kuliah (sombong luuu) maka gue mencari kesibukan lain which is NULIS BUKUUUUU!!

Iya, gue lagi mengurus proyek menulis kumpulan cerpen bareng sama beberapa penulis lain. Topiknya? Lo ngarep topik apa kalo gue yang bikin ha? Cinta laaaaaaaaaaah~
#syu

Proyek menulis akan dibahas di post lain yaa..
Sekali lagi, selamat berpuasaaaaaaaaaaaaa..
:)

Minggu, 07 Juli 2013

Kalau kamu pergi

Lantas kalau kamu pergi, siapa lagi yang mewarnai langitku dengan biru kesukaanmu?

Lantas kalau kamu pergi, apa bisa dibuat si gadis jingga tanpa tawa?

Senin, 01 Juli 2013

Alhamdulillah

My blog is already normal nooooow..
*\(o.o)/*
Alhamdulillah.. :)

Semesta selalu punya caranya bekerja

Seorang pangeran muda, duduk termenung di balkon istana.

"Berapa pesta dansa lagi yang harus diadakan Yang Mulia?
Perempuan dari negeri mana lagi yang harus diundang untuk datang ke istana?" seorang Patih istana memperhatikan gerak-gerik Sang Pangeran dengan raut cemas.

Tak dihiraukannya ucapan patih istana,
dibiarkan suara dan kecemasan yang mampir di telinganya terbawa semilir.

"Perempuan itu seperti bintang Yang Mulia," ujar Patih mencoba menarik perhatian pangeran muda. "Tak akan pernah terlihat istimewa saat hadir bersamaan,"

Sang Pangeran terusik, menoleh dan menunggu kelanjutan ucapan Sang Patih yang memang dikenal cerdas seantero negeri.

"Dari ribuan bintang yang ada, hanya satu yang dapat menjadikan impian Yang Mulia menjadi nyata. Untuk yang menemukan yang satu, Yang Mulia tak perlu mengundang semuanya."

Sebelum patihnya melanjutkan, Sang Pangeran memotong.
"Kau tentunya tau bahwa menemukan satu di antara seribu adalah kebetulan yang mustahil."

"Kelihatannya memang, Yang Mulia. Namun Yang Mulia melewatkan satu hal, semesta selalu punya caranya bekerja."
 

Template by Best Web Hosting